Ma Huateng, Taipan Baru Penggeser Jack Ma

Ma Huateng, Taipan Baru Penggeser Jack Ma

Startup dan Enterprise Pengusaha Dunia – Ma Huateng Alias Pony Ma, Si Penggeser Jack Ma, pemilik Tencent – raksasa internet Cina kompetitor Alibaba, untuk pertama kalinya menjadi orang terkaya di seluruh Asia. Ini juga kali pertama dirinya meraih peringkat no.1 orang terkaya di Cina menggeser Jack Ma.

Dengan kekayaan senilai $ 36,2 miliar di peringkat miliarder Forbes real-time, Ma Huateng menyalip posisi chairman Alibaba, Jack Ma yang tergelincir ke posisi 2 dari orang terkaya No.1 di China dengan kekayaan sekitar $ 35,6 miliar.

ma huateng aka pony ma pemilik tencent dan wechat , pesaing jack ma dan alibaba
Jack Ma (kiri) dan Ma Huateng dalam suatu kesempatan panel diskusi. source: Caixin Global

Munculnya Tencent dan Alibaba menggarisbawahi pertumbuhan yang eksplosif dalam layanan dan konten online di China, negara berpenduduk paling padat di dunia dan negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Alibaba terdaftar di New York, menjadi kesayangan awak media lewat marketplacenya dan lewat gaya kepemimpinan Jack Ma.

Sedangkan Tencent terdaftar di Hong Kong, perusahaan ini kurang dikenal di luar China, dan dipimpin oleh Ma Huateng yang agaknya jarang tampil di publik dan berlatar belakang teknik.

Tencent menawarkan beragam layanan dan produk populer termasuk layanan pembayaran dan games, semuanya tergabung dalam platform jejaring sosial terpopulernya, WeChat.

Tencent, Cerita Sang Raksasa Baru

Dari ranah games, Tencent telah memenggal kedigdayaan Microsoft, Sony, Blizzard, EA dan Nintendo. Tencent melakukannya tanpa pernah membuat konsol game, Tencent mengakuisisi Riot Games – developer game League of Legends yang mempunyai 27 juta pengguna per hari.

Tak berhenti di situ, Tencent juga mengakuisisi 40 persen saham di Epic Games dengan game terbaiknya seperti Gears of War. Yang lebih luar biasa, Epic Games memiliki lisensi Unreal, sebuah graphic engine yang digunakan pada judul-judul besar seperti Mass Effect games, BioShock Infinite, dan Batman: Arkham City.

Lanjut ke perburuan berikutnya, Tencent mengakuisisi 25 persen saham di Activision Blizzard yang memiliki game terbaiknya seperti Call of Duty dan Warcraft.

Bagai harimau yang kelaparan, Tencent juga melahap saham mayoritas Supercell sebesar 82 persen, dimana Supercell adalah otak dibalik game superlaris Clash of Clans.

Perburuan ini menjadikan Tencent sebagai perusahaan ketiga di belakang Google dan Amazon yang memiliki investasi saham terbesar pada industri game.

Dari sosial media, WeChat berhasil membuat penasaran raksasa lainnya yaitu Facebook, pasalnya WeChat menjelma menjadi produk inovatif multifungsi dengan 938 juta pengguna di Cina.

WeChat adalah aplikasi “paling melekat” di Cina. Hampir dalam segala aktivitas keseharian masyarakat di Cina, tidak pernah menutup aplikasi WeChat.

Jack Ma dan Pony Ma

Seperti Jack Ma maupun Pony Ma (panggilan lain Ma Huateng) tampaknya perusahaan mereka, Alibaba dan Tencent sama-sama berlomba untuk menjadi yang terbaik. Kendati bermarga sama, kedua taipan tersebut tak memiliki hubungan darah.

Terlepas dari persaingan dan nama keluarga mereka – “Ma” yang berarti “kuda” dalam bahasa China – dua sosok founder ini sangat berbeda karakternya.

Pony Ma sang taipan baru ini terkenal sangat pemalu, memiliki fisik yang bugar, dan penampilan publiknya terbilang langka.

Jack Ma, di sisi lain, tampaknya menikmati lampu sorot panggung dan secara teratur berbagi sedikit inspirasi khas tipikal para founder teknologi Silicon Valley.

Kekayaan Pony mungkin lebih besar dari Jack, tapi jangan berharap Ma Huateng berbicara banyak tentang hal itu.

Baca artikel tentang inovator lainnya yang juga jarang disorot media, Sehat Sutardja.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.